HADIAH
DARI AYAH
Pada jam pulang sekolah
Budi, Tono, dan Miko pulang bersama, mereka biasa pulang berjalan kaki karena
lokasi sekolahnya berdekatan dengan komplek rumah mereka. “Bud, gimana kalau
sore nanti kita bermain sepeda ke gelanggan olah raga?” Usul Miko. “maaf ko kita ga bisa main sepeda
karena mau main sepatu roda, sekarang kan lagi musim main sepatu roda.” Balas Budi.
“kamu mau main sepatu roda bareng kita ga ko?” Ajak Tono. “Aduh sepertinya aku
ga bisa main bareng kalian nih, soalnya aku belum punya sepatu roda.” Ucap Miko
sambil sedih. “Ya, sudah lain kali aja ya ko, nanti kalau kamu sudah punya
sepatu roda, aku ajarin deh.” Ucap tono.
Sampai dirumah, Miko
merenget minta dibelikan sepatu roda kepada Ibunya.”Ibu, aku minta belikan
sepatu roda dong. Semua temanku punya sepatu roda.” Pinta Miko kepada Ibunya
sambil merengek.”Ibu lagi ga punya uang Miko, nanti aja kamu minta pada Ayah
kamu kalau dah pulang kerja.” Jawab Ibu. Setelah Ayah pulang, Miko langsung
menemui Ayahnya dan meminta dibelikan sepatu roda. ”Ayah belikan aku sepatu
roda dong, Budi dan Tono juga punya sepatu roda.” Ungkap Miko kepada Ayahnya
sambil memelas. “iya, Miko Ayah belikan tapi tidak sekarang ya, soalnya Ayah
belum gajian.” Jawab Ayah Miko. “yah, Ayah Masih lama dong kalau menunggu
gajian?” Ucap Miko kepada Ayahnya. “Sabar Miko sepatu rodakan harganya lumayan
mahal, kalau beli sekarang nanti uang belanja Ibu kamu tidak cukup, Ayah minta
pengertian dari kamu ya.” Jawab Ayah. “Iya, ayah tapi janji ya kalau udah Ayah
gajian langsung belikan sepatu roda.”Pinta Miko. “Iya, Ayah janji nanti gajian
pasti ayah belikan sepatu rodanya.” Jawab Ayah.”Terima kasih banyak Ayah, Ayah
paling baik deh.” Kata Miko dengan gembira karena keinginanya di kabulkan oleh
Ayahnya.
Akhirnya hari yang
ditunggu-tunggu Miko datang juga, dimana Ayah Miko gajian dan membelikan ia
sepatu roda. Sepulang sekolah Miko tidak mau main keluar bersama temannya karena
biasanya sore hari Ayah Miko sudah pulang kerja. Tiba-tiba terdengar suara
sepeda motor Ayahnya datang Miko sangat senang sekali. “Ayah, gimana sudah
belikan aku sepatu roda kan?” tanya Miko dengan sangat semangat. “iya, Ayah
sudah belikan sepatu roda yang kamu inginkan.” Jawab Ayah Miko yang masih
kelelahan karena baru pulang kerja. “ini Miko barang kamu inginkan.” Sambil memberikan
bungkusan dengan plastik hitam kepada Miko. Miko dengan semangat langsung
membuka bungkusan tersebut dengan semangat. Tapi tiba-tiba raut wajah Miko
berubah kecewa setelah melihat isi bungkusan tersebut tidak sesuai dengan yang
diharapkan oleh Miko. “Ayah, bukan sepatu roda ini yang Miko mau, ini sepatu
roda udah ketinggalan zaman Ayah.” Miko sangat kecewa dan marah kepada Ayahnya
karena barangnya tidak sesuai yang diinginkannya. “Bukannya sama itu juga
sepatu roda?” tanya Ayah yang masih kebingungan. “Bukan Ayah yang aku maksud
sepatu roda inline skate yang dipakai seperti Budi dan Tono.” Jawab Miko masih
kesal kepada Ayahnya. “Ya,udah nanti kalau ada rezeki lagi Ayah belikan sepatu
roda yang seperti Budi dan Tono.” Balas Ayah. Miko hanya diam saja, Wajahnya
masih keliatan kesal.
Seminggu kemudian Ayah sudah
membelikan sepatu roda seperti yang Miko inginkan. “ Miko, ini Ayah bawa sepatu
roda yang kamu inginkan, mudah-mudahan tidak salah lagi ya.” Sambil tersenyum
kepada Miko. “Benar sekali Ayah yang seperi ini yang Miko inginkan.”dengan
gembira Miko langsung mencoba sepatu rodanya. “Ayah terima kasih banyak, bagus
sekali sepatu rodanya.” Ucap Miko bahagia.
Pulang Sekolah Miko langsung
bermain sepatu roda bersama Tono dan Budi Hingga sore hari baru Miko pulang ke
rumah. “Ibu, Ayah belum pulang kerja?” tanya Miko. “Belum Miko, mungkin Ayah
pulangnya larut malam.” Jawab Ibu. “Kok, pulang malem sih Bu, biasanya kan sore
sudah pulang?” tanya Miko masih bingung. “Karena Ayah salah membeli sepatu roda
kamu Miko, jadi terpaksa Ayah nyari uang tambahan dengan ikut ojek online untuk
menutupi kekurangan uang belanja.” Jelas Ibu kepada Miko. “Jadi sekarang Ayah
pulang malem terus dong bu?” Tanya Miko. “iya, Miko karena tanggung jawab Ayah
sebagai kepala keluarga sangat besar, sehingga Ayah kamu rela pulang malam
untuk kebahagian kamu.”Jawab Ibu. “Ibu, maafkan Miko. Karena keegoisan Miko
Ayah jadi pulang larut malam, ini semua kesalahan Miko Bu.” Sambil menangis
Miko sangat menyesali perbuatannya. “Sudah Miko, nanti kalau kalau Ayah sudah
pulang kamu langsung minta maaf sama Ayah.” Ucap Ibu. “Iya, Ibu Miko Janji
tidak akan membuat repot Ayah dan Ibu lagi.” Sesal Miko.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar