Pada
zaman dahulu kala disebuah hutan rimba dipimpin oleh Banteng. Banteng memiliki
gulungan pusaka sehingga ia menjadi raja hutan. Tiba pada saat musim kemarau
yang panjang sehingga menimbulkan kekeringan dihutan tersebut. Banteng
memutuskan untuk mencari makanan kehutan di daerah pegunungan yang cukup jauh
jaraknya. Karena perjalanan cukup jauh Banteng memutuskan untuk menitipkan
gulungan pusaka tersebut kepada Anjing. “ Hai Anjing, bolehkan saya minta
bantuan padamu?” Tanya Banteng kepada Anjing. “Apa yang bisa hamba bantu wahai
paduka raja?” Tanya Anjing. “Saya akan melakukan perjalan yang cukup jauh, saya
ingin menitipkan gulungan pusaka kepadamu.” Ungkap Banteng. “Baiklah paduka
raja hamba siap menerima tugas tersebut.” Jawab Anjing. “Terima kasih Anjing,
tolong jaga baik-baik gulungan tersebut.” Pesan Banteng kepada Anjing. “Baik
paduka raja, hamba akan ingat baik-baik pesan paduka raja.” Jawab Anjing. Akhirnya
Banteng menitipkan gulungan pusaka tersebut kepada Anjing dan melanjutkan
perjalannya.
Pada
saat Anjing sedang berjalan dihutan, tiba-tiba melihat seekor Kelinci yang
lewat. Anjing sangat lapar tapi untuk menangkap buruannya Anjing kesulitan
karena sedang membawa gulungan pusaka tersebut. Ketika Anjing kebingungan, ia
melihat sang Kucing sedang duduk dibawah pohon. “Hai Kucing sahabat ku!
Bolehkah saya meminta bantuanmu perutku lapar sekali.” Kata Anjing. “Tentu saja
sahabatku, apa yang bisa saya bantu?” Tanya kucing kepada Anjing. “Saya ingin
menitipkan gulungan pusaka milik raja Banteng, perutku lapar sekali kebetulan
disana ada seekor kelinci Aku ingin menangkapnya.” Kata Anjing. “Tentu saja boleh
sahabatku.” Jawab Kucing. “Terima kasih banyak Kucing, sebentar lagi aku ambil
kembali gulungan pusaka itu.” Kata Anjing sambil berlari untuk mengejar
buruannya.
Sudah
cukup lama sang kucing menunggu sang Anjing tapi belum juga datang. Kucing
sudah mulai ngantuk. Tiba-tiba lewat Tikus didepan Kucing yang sedang ngantuk.
“Hai,Tikus kemarilah sebentar!” Teriak Kucing kepada Tikus. “Ada apa kucing?”
Tanya Tikus yang masih kebingungan. “Aku minta tolong untuk menjaga gulungan
pusaka ini sebentar, karena mataku ini udah ngantuk berat.” Kata Kucing. “Tapi
Aku mau cari makan dulu perutku lapar, belum makan dari tadi pagi.” Tolak
Tikus. “Sebentar saja ya tolong banget.” Kucing memohon kepada tikus. Akhirnya
Tikus luluh juga menerima tawaran Kucing.
Sudah
cukup lama Tikus menunggu Kucing tidur tapi Kucing belum bangun juga. Tikus
sudah tidak kuat untuk menahan laparnya, Karena kesal Kucing belum bangun juga
dari tidurnya. “Aku bisa mati kelaparan nih gara-gara gulungan ini, daripada
Aku mati kelaparan lebih baik Aku makan saja gulungan ini.” Pikir Tikus dalam
hati. Akhirnya Tikus memakan gulungan pusaka tersebut sampai habis tidak
tersisa, lalu tikus pergi meninggalkan Kucing yang sedang tertidur. Sudah tidur
cukup lama akhirnya Kucing bangun dari tidurnya. “Kemana perginya Tikus itu?”
Kata Kucing sambil bingung. “Aku harus segera mencari si Tikus kalau tidak
Anjing bisa marah padaku.” Pikir Kucing.
Lama
dalam pencarian akhirnya ketemu juga dengan Tikus yang sedang minum dipinggir
sungai. “Tikus, kemana saja kamu dari tadi?” Tanya Kucing kepada Tikus. Tikus
kaget melihat Kucing sudah berada di dekatnya. “Sekarang mana gulungan pusaka
yang Aku titipkan itu?” Tanya Kucing. “Ehhh, anu karena tadi Aku lapar akhirnya
gulungan tersebut aku makan.” Jawab Tikus dengan penuh rasa takut. “Apa?
Gulungan pusaka itu kamu makan?.”Kucing sangat marah sekali mendengar jawaban
dari Tikut. Kucing pun mengejar Tikus hendak dimangsanya, dari Tikut pun lari
dengan sangat kencang. Karena Tikut berlari kelubang persembunyianya akhirnya
Kucing pun gagal menangkat Tikus. Sambil berjalan lemas Kucing karena kelelahan
dalam mengejar Tikus, tiba-tiba munculah Anjing.” Hai, Sahabatku Kucing Aku
sekarang mau mengambil gulungan pusaka milik raja Banteng.” Pinta Anjing kepada
Kucing. “Maaf sahabatku Anjing, gulungan tersebut Aku titipkan ke Tikus dan
Tikus memakannya sampai habis.” Penjelasan Kucing kepada Anjing. “Kenapa kamu
titipkan benda penting tersebut kepada Tikus, Jelas-jelas Tikut itu tidak bisa
dipercaya.” Kata Anjing yang marah kepada Kucing. Lalu Anjing mengejar Kucing
dan Kucing pun lari terbirit-birit hingga naik keatas pohon. Akhirnya Anjing hanya bisa menunggu di bawah
pohon sampai Kucing turun. Ketika Anjing sedang menunggu Kucing tiba-tiba
munculah Banteng. “Wahai Anjing, Aku hendak mengambil kembali gulungan pusaka
yang telah Aku titipkan kepadamu.” Pinta Banteng. “Mohon ampun paduka raja,
gulungan tersebut hamba titipkan ke Kucing lalu Kucing menitipkannya lagi
kepada Tikus dan Tikus memakan gulungan tersebut sampai habis.” Jelas Anjing
kepada Banteng. “Kamu memang tidak bisa dipercaya.” Banteng sangat murka sekali
dan mengejar Anjing. Itulah awal mula terjadi permusuhan Anjing, Kucing, dan
Tikus.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar