Rabu, 04 Oktober 2017

ASAL MULA PERMUSUHAN KUNCING DAN TIKUS

Pada zaman dahulu kala disebuah hutan rimba dipimpin oleh Banteng. Banteng memiliki gulungan pusaka sehingga ia menjadi raja hutan. Tiba pada saat musim kemarau yang panjang sehingga menimbulkan kekeringan dihutan tersebut. Banteng memutuskan untuk mencari makanan kehutan di daerah pegunungan yang cukup jauh jaraknya. Karena perjalanan cukup jauh Banteng memutuskan untuk menitipkan gulungan pusaka tersebut kepada Anjing. “ Hai Anjing, bolehkan saya minta bantuan padamu?” Tanya Banteng kepada Anjing. “Apa yang bisa hamba bantu wahai paduka raja?” Tanya Anjing. “Saya akan melakukan perjalan yang cukup jauh, saya ingin menitipkan gulungan pusaka kepadamu.” Ungkap Banteng. “Baiklah paduka raja hamba siap menerima tugas tersebut.” Jawab Anjing. “Terima kasih Anjing, tolong jaga baik-baik gulungan tersebut.” Pesan Banteng kepada Anjing. “Baik paduka raja, hamba akan ingat baik-baik pesan paduka raja.” Jawab Anjing. Akhirnya Banteng menitipkan gulungan pusaka tersebut kepada Anjing dan melanjutkan perjalannya.
Pada saat Anjing sedang berjalan dihutan, tiba-tiba melihat seekor Kelinci yang lewat. Anjing sangat lapar tapi untuk menangkap buruannya Anjing kesulitan karena sedang membawa gulungan pusaka tersebut. Ketika Anjing kebingungan, ia melihat sang Kucing sedang duduk dibawah pohon. “Hai Kucing sahabat ku! Bolehkah saya meminta bantuanmu perutku lapar sekali.” Kata Anjing. “Tentu saja sahabatku, apa yang bisa saya bantu?” Tanya kucing kepada Anjing. “Saya ingin menitipkan gulungan pusaka milik raja Banteng, perutku lapar sekali kebetulan disana ada seekor kelinci Aku ingin menangkapnya.” Kata Anjing. “Tentu saja boleh sahabatku.” Jawab Kucing. “Terima kasih banyak Kucing, sebentar lagi aku ambil kembali gulungan pusaka itu.” Kata Anjing sambil berlari untuk mengejar buruannya.
Sudah cukup lama sang kucing menunggu sang Anjing tapi belum juga datang. Kucing sudah mulai ngantuk. Tiba-tiba lewat Tikus didepan Kucing yang sedang ngantuk. “Hai,Tikus kemarilah sebentar!” Teriak Kucing kepada Tikus. “Ada apa kucing?” Tanya Tikus yang masih kebingungan. “Aku minta tolong untuk menjaga gulungan pusaka ini sebentar, karena mataku ini udah ngantuk berat.” Kata Kucing. “Tapi Aku mau cari makan dulu perutku lapar, belum makan dari tadi pagi.” Tolak Tikus. “Sebentar saja ya tolong banget.” Kucing memohon kepada tikus. Akhirnya Tikus luluh juga menerima tawaran Kucing.
Sudah cukup lama Tikus menunggu Kucing tidur tapi Kucing belum bangun juga. Tikus sudah tidak kuat untuk menahan laparnya, Karena kesal Kucing belum bangun juga dari tidurnya. “Aku bisa mati kelaparan nih gara-gara gulungan ini, daripada Aku mati kelaparan lebih baik Aku makan saja gulungan ini.” Pikir Tikus dalam hati. Akhirnya Tikus memakan gulungan pusaka tersebut sampai habis tidak tersisa, lalu tikus pergi meninggalkan Kucing yang sedang tertidur. Sudah tidur cukup lama akhirnya Kucing bangun dari tidurnya. “Kemana perginya Tikus itu?” Kata Kucing sambil bingung. “Aku harus segera mencari si Tikus kalau tidak Anjing bisa marah padaku.” Pikir Kucing.
Lama dalam pencarian akhirnya ketemu juga dengan Tikus yang sedang minum dipinggir sungai. “Tikus, kemana saja kamu dari tadi?” Tanya Kucing kepada Tikus. Tikus kaget melihat Kucing sudah berada di dekatnya. “Sekarang mana gulungan pusaka yang Aku titipkan itu?” Tanya Kucing. “Ehhh, anu karena tadi Aku lapar akhirnya gulungan tersebut aku makan.” Jawab Tikus dengan penuh rasa takut. “Apa? Gulungan pusaka itu kamu makan?.”Kucing sangat marah sekali mendengar jawaban dari Tikut. Kucing pun mengejar Tikus hendak dimangsanya, dari Tikut pun lari dengan sangat kencang. Karena Tikut berlari kelubang persembunyianya akhirnya Kucing pun gagal menangkat Tikus. Sambil berjalan lemas Kucing karena kelelahan dalam mengejar Tikus, tiba-tiba munculah Anjing.” Hai, Sahabatku Kucing Aku sekarang mau mengambil gulungan pusaka milik raja Banteng.” Pinta Anjing kepada Kucing. “Maaf sahabatku Anjing, gulungan tersebut Aku titipkan ke Tikus dan Tikus memakannya sampai habis.” Penjelasan Kucing kepada Anjing. “Kenapa kamu titipkan benda penting tersebut kepada Tikus, Jelas-jelas Tikut itu tidak bisa dipercaya.” Kata Anjing yang marah kepada Kucing. Lalu Anjing mengejar Kucing dan Kucing pun lari terbirit-birit hingga naik keatas pohon.  Akhirnya Anjing hanya bisa menunggu di bawah pohon sampai Kucing turun. Ketika Anjing sedang menunggu Kucing tiba-tiba munculah Banteng. “Wahai Anjing, Aku hendak mengambil kembali gulungan pusaka yang telah Aku titipkan kepadamu.” Pinta Banteng. “Mohon ampun paduka raja, gulungan tersebut hamba titipkan ke Kucing lalu Kucing menitipkannya lagi kepada Tikus dan Tikus memakan gulungan tersebut sampai habis.” Jelas Anjing kepada Banteng. “Kamu memang tidak bisa dipercaya.” Banteng sangat murka sekali dan mengejar Anjing. Itulah awal mula terjadi permusuhan Anjing, Kucing, dan Tikus.                       

Tidak ada komentar:

Posting Komentar