Rabu, 04 Oktober 2017

HADIAH DARI AYAH

HADIAH DARI AYAH
Pada jam pulang sekolah Budi, Tono, dan Miko pulang bersama, mereka biasa pulang berjalan kaki karena lokasi sekolahnya berdekatan dengan komplek rumah mereka. “Bud, gimana kalau sore nanti kita bermain sepeda ke gelanggan olah raga?”  Usul Miko. “maaf ko kita ga bisa main sepeda karena mau main sepatu roda, sekarang kan lagi musim main sepatu roda.” Balas Budi. “kamu mau main sepatu roda bareng kita ga ko?” Ajak Tono. “Aduh sepertinya aku ga bisa main bareng kalian nih, soalnya aku belum punya sepatu roda.” Ucap Miko sambil sedih. “Ya, sudah lain kali aja ya ko, nanti kalau kamu sudah punya sepatu roda, aku ajarin deh.” Ucap tono.
Sampai dirumah, Miko merenget minta dibelikan sepatu roda kepada Ibunya.”Ibu, aku minta belikan sepatu roda dong. Semua temanku punya sepatu roda.” Pinta Miko kepada Ibunya sambil merengek.”Ibu lagi ga punya uang Miko, nanti aja kamu minta pada Ayah kamu kalau dah pulang kerja.” Jawab Ibu. Setelah Ayah pulang, Miko langsung menemui Ayahnya dan meminta dibelikan sepatu roda. ”Ayah belikan aku sepatu roda dong, Budi dan Tono juga punya sepatu roda.” Ungkap Miko kepada Ayahnya sambil memelas. “iya, Miko Ayah belikan tapi tidak sekarang ya, soalnya Ayah belum gajian.” Jawab Ayah Miko. “yah, Ayah Masih lama dong kalau menunggu gajian?” Ucap Miko kepada Ayahnya. “Sabar Miko sepatu rodakan harganya lumayan mahal, kalau beli sekarang nanti uang belanja Ibu kamu tidak cukup, Ayah minta pengertian dari kamu ya.” Jawab Ayah. “Iya, ayah tapi janji ya kalau udah Ayah gajian langsung belikan sepatu roda.”Pinta Miko. “Iya, Ayah janji nanti gajian pasti ayah belikan sepatu rodanya.” Jawab Ayah.”Terima kasih banyak Ayah, Ayah paling baik deh.” Kata Miko dengan gembira karena keinginanya di kabulkan oleh Ayahnya.
Akhirnya hari yang ditunggu-tunggu Miko datang juga, dimana Ayah Miko gajian dan membelikan ia sepatu roda. Sepulang sekolah Miko tidak mau main keluar bersama temannya karena biasanya sore hari Ayah Miko sudah pulang kerja. Tiba-tiba terdengar suara sepeda motor Ayahnya datang Miko sangat senang sekali. “Ayah, gimana sudah belikan aku sepatu roda kan?” tanya Miko dengan sangat semangat. “iya, Ayah sudah belikan sepatu roda yang kamu inginkan.” Jawab Ayah Miko yang masih kelelahan karena baru pulang kerja. “ini Miko barang kamu inginkan.” Sambil memberikan bungkusan dengan plastik hitam kepada Miko. Miko dengan semangat langsung membuka bungkusan tersebut dengan semangat. Tapi tiba-tiba raut wajah Miko berubah kecewa setelah melihat isi bungkusan tersebut tidak sesuai dengan yang diharapkan oleh Miko. “Ayah, bukan sepatu roda ini yang Miko mau, ini sepatu roda udah ketinggalan zaman Ayah.” Miko sangat kecewa dan marah kepada Ayahnya karena barangnya tidak sesuai yang diinginkannya. “Bukannya sama itu juga sepatu roda?” tanya Ayah yang masih kebingungan. “Bukan Ayah yang aku maksud sepatu roda inline skate yang dipakai seperti Budi dan Tono.” Jawab Miko masih kesal kepada Ayahnya. “Ya,udah nanti kalau ada rezeki lagi Ayah belikan sepatu roda yang seperti Budi dan Tono.” Balas Ayah. Miko hanya diam saja, Wajahnya masih keliatan kesal.
Seminggu kemudian Ayah sudah membelikan sepatu roda seperti yang Miko inginkan. “ Miko, ini Ayah bawa sepatu roda yang kamu inginkan, mudah-mudahan tidak salah lagi ya.” Sambil tersenyum kepada Miko. “Benar sekali Ayah yang seperi ini yang Miko inginkan.”dengan gembira Miko langsung mencoba sepatu rodanya. “Ayah terima kasih banyak, bagus sekali sepatu rodanya.” Ucap Miko bahagia.

Pulang Sekolah Miko langsung bermain sepatu roda bersama Tono dan Budi Hingga sore hari baru Miko pulang ke rumah. “Ibu, Ayah belum pulang kerja?” tanya Miko. “Belum Miko, mungkin Ayah pulangnya larut malam.” Jawab Ibu. “Kok, pulang malem sih Bu, biasanya kan sore sudah pulang?” tanya Miko masih bingung. “Karena Ayah salah membeli sepatu roda kamu Miko, jadi terpaksa Ayah nyari uang tambahan dengan ikut ojek online untuk menutupi kekurangan uang belanja.” Jelas Ibu kepada Miko. “Jadi sekarang Ayah pulang malem terus dong bu?” Tanya Miko. “iya, Miko karena tanggung jawab Ayah sebagai kepala keluarga sangat besar, sehingga Ayah kamu rela pulang malam untuk kebahagian kamu.”Jawab Ibu. “Ibu, maafkan Miko. Karena keegoisan Miko Ayah jadi pulang larut malam, ini semua kesalahan Miko Bu.” Sambil menangis Miko sangat menyesali perbuatannya. “Sudah Miko, nanti kalau kalau Ayah sudah pulang kamu langsung minta maaf sama Ayah.” Ucap Ibu. “Iya, Ibu Miko Janji tidak akan membuat repot Ayah dan Ibu lagi.” Sesal Miko.

ASAL MULA PERMUSUHAN KUNCING DAN TIKUS

Pada zaman dahulu kala disebuah hutan rimba dipimpin oleh Banteng. Banteng memiliki gulungan pusaka sehingga ia menjadi raja hutan. Tiba pada saat musim kemarau yang panjang sehingga menimbulkan kekeringan dihutan tersebut. Banteng memutuskan untuk mencari makanan kehutan di daerah pegunungan yang cukup jauh jaraknya. Karena perjalanan cukup jauh Banteng memutuskan untuk menitipkan gulungan pusaka tersebut kepada Anjing. “ Hai Anjing, bolehkan saya minta bantuan padamu?” Tanya Banteng kepada Anjing. “Apa yang bisa hamba bantu wahai paduka raja?” Tanya Anjing. “Saya akan melakukan perjalan yang cukup jauh, saya ingin menitipkan gulungan pusaka kepadamu.” Ungkap Banteng. “Baiklah paduka raja hamba siap menerima tugas tersebut.” Jawab Anjing. “Terima kasih Anjing, tolong jaga baik-baik gulungan tersebut.” Pesan Banteng kepada Anjing. “Baik paduka raja, hamba akan ingat baik-baik pesan paduka raja.” Jawab Anjing. Akhirnya Banteng menitipkan gulungan pusaka tersebut kepada Anjing dan melanjutkan perjalannya.
Pada saat Anjing sedang berjalan dihutan, tiba-tiba melihat seekor Kelinci yang lewat. Anjing sangat lapar tapi untuk menangkap buruannya Anjing kesulitan karena sedang membawa gulungan pusaka tersebut. Ketika Anjing kebingungan, ia melihat sang Kucing sedang duduk dibawah pohon. “Hai Kucing sahabat ku! Bolehkah saya meminta bantuanmu perutku lapar sekali.” Kata Anjing. “Tentu saja sahabatku, apa yang bisa saya bantu?” Tanya kucing kepada Anjing. “Saya ingin menitipkan gulungan pusaka milik raja Banteng, perutku lapar sekali kebetulan disana ada seekor kelinci Aku ingin menangkapnya.” Kata Anjing. “Tentu saja boleh sahabatku.” Jawab Kucing. “Terima kasih banyak Kucing, sebentar lagi aku ambil kembali gulungan pusaka itu.” Kata Anjing sambil berlari untuk mengejar buruannya.
Sudah cukup lama sang kucing menunggu sang Anjing tapi belum juga datang. Kucing sudah mulai ngantuk. Tiba-tiba lewat Tikus didepan Kucing yang sedang ngantuk. “Hai,Tikus kemarilah sebentar!” Teriak Kucing kepada Tikus. “Ada apa kucing?” Tanya Tikus yang masih kebingungan. “Aku minta tolong untuk menjaga gulungan pusaka ini sebentar, karena mataku ini udah ngantuk berat.” Kata Kucing. “Tapi Aku mau cari makan dulu perutku lapar, belum makan dari tadi pagi.” Tolak Tikus. “Sebentar saja ya tolong banget.” Kucing memohon kepada tikus. Akhirnya Tikus luluh juga menerima tawaran Kucing.
Sudah cukup lama Tikus menunggu Kucing tidur tapi Kucing belum bangun juga. Tikus sudah tidak kuat untuk menahan laparnya, Karena kesal Kucing belum bangun juga dari tidurnya. “Aku bisa mati kelaparan nih gara-gara gulungan ini, daripada Aku mati kelaparan lebih baik Aku makan saja gulungan ini.” Pikir Tikus dalam hati. Akhirnya Tikus memakan gulungan pusaka tersebut sampai habis tidak tersisa, lalu tikus pergi meninggalkan Kucing yang sedang tertidur. Sudah tidur cukup lama akhirnya Kucing bangun dari tidurnya. “Kemana perginya Tikus itu?” Kata Kucing sambil bingung. “Aku harus segera mencari si Tikus kalau tidak Anjing bisa marah padaku.” Pikir Kucing.
Lama dalam pencarian akhirnya ketemu juga dengan Tikus yang sedang minum dipinggir sungai. “Tikus, kemana saja kamu dari tadi?” Tanya Kucing kepada Tikus. Tikus kaget melihat Kucing sudah berada di dekatnya. “Sekarang mana gulungan pusaka yang Aku titipkan itu?” Tanya Kucing. “Ehhh, anu karena tadi Aku lapar akhirnya gulungan tersebut aku makan.” Jawab Tikus dengan penuh rasa takut. “Apa? Gulungan pusaka itu kamu makan?.”Kucing sangat marah sekali mendengar jawaban dari Tikut. Kucing pun mengejar Tikus hendak dimangsanya, dari Tikut pun lari dengan sangat kencang. Karena Tikut berlari kelubang persembunyianya akhirnya Kucing pun gagal menangkat Tikus. Sambil berjalan lemas Kucing karena kelelahan dalam mengejar Tikus, tiba-tiba munculah Anjing.” Hai, Sahabatku Kucing Aku sekarang mau mengambil gulungan pusaka milik raja Banteng.” Pinta Anjing kepada Kucing. “Maaf sahabatku Anjing, gulungan tersebut Aku titipkan ke Tikus dan Tikus memakannya sampai habis.” Penjelasan Kucing kepada Anjing. “Kenapa kamu titipkan benda penting tersebut kepada Tikus, Jelas-jelas Tikut itu tidak bisa dipercaya.” Kata Anjing yang marah kepada Kucing. Lalu Anjing mengejar Kucing dan Kucing pun lari terbirit-birit hingga naik keatas pohon.  Akhirnya Anjing hanya bisa menunggu di bawah pohon sampai Kucing turun. Ketika Anjing sedang menunggu Kucing tiba-tiba munculah Banteng. “Wahai Anjing, Aku hendak mengambil kembali gulungan pusaka yang telah Aku titipkan kepadamu.” Pinta Banteng. “Mohon ampun paduka raja, gulungan tersebut hamba titipkan ke Kucing lalu Kucing menitipkannya lagi kepada Tikus dan Tikus memakan gulungan tersebut sampai habis.” Jelas Anjing kepada Banteng. “Kamu memang tidak bisa dipercaya.” Banteng sangat murka sekali dan mengejar Anjing. Itulah awal mula terjadi permusuhan Anjing, Kucing, dan Tikus.